Buku dalam bahasa yunani di sebut “biblos”, dalam bahasa
inggris di sebut “book”, dalam bahasa belanda di sebut “boek”, dan dalam bahasa
jerman adalah “das Buch”. Kesemua kata tersebut pada hakikatnya memiliki arti
yang sama dan dipergunakan untuk benda yang sama, yaitu kumpulan kertas yang
dijilid. Namun dalam Ensiklopedia Indonesia di jelaskan bahwa buku dalam arti
luas adalah semua tulisan dan gambar yang di tulis dan dilukis atas segala
macam lembaran papyrus, lontar, perkamen, dan kertas dengan segala bentuknya:
berupa gulungan, dilubangi, dan diikat atau dijilid muka dan belakangnya dengan
kulit, kain, karton, dan kayu. Sedangkan menurut Andriese, dkk. (1993:
16-17) menjelaskan bahwa buku adalah “….informasi tercetak di atas kertas yang
dijilid menjadi satu kesatuan”. Dan jika di bahas lebih dalam lagi buku
dibedakan dan di kelompokkan berdasarkan isi, sasaran pembaca, tampilan dan
peruntukkannya.
Dalam
paradigma masyarakat pengertian buku teks dan buku pelajaran itu adalah
sama.Namun pada kenyataanya terdapat perdaan yang mencolok antara keduanya.Buku
teks adalah buku yang memuat sumber informasi ilmiah yang dapat digunakan baik
oleh masyarakat ilmiah.Sedangkan pengertian dari buku pelajaran adalah kelompok
karya ilmiah yang disusun bukan berdasarkan hasil dari penelitian,melainkan
dari materi pelajaran atau suatu mata kuliah tertentu yang sesuai dengan
kebutuhan mata kuliah atau pelajaran tertentu.
Berdasarkan
Permendiknas Nomor 2 Tahun 2008 buku untuk pendidikan di bagi menjadi empat
kelompok, yaitu : buku teks pelajaran, buku panduan guru, buku pengayaan, dan
buku referensi.Sesuai dengan instruksi tersebut maka penyusunan buku teks
haruslah sesuai dengan standar kependidikan nasional yang telah ditentukan.
Bagian-bagian
buku dibagi menjadi tiga bagian yaitu bagian pendahuluan yang berisi kata
pengantar, daftar isi, penjelasan tujuan buku pelajaran, petunjuk penggunaan
buku, petunjuk pengerjaan soal; lalu bagian isi yang berisi Judul bab atau
topik isi bahasan, uraian singkat isi pokok bahasan, penjelasan tujuan bab,
uraian isi pelajaran, penjelasan teori, sajian contoh, ringkasan isi buku, soal
latihan dan kunci jawaban soal latihan; terakhir bagian penunjang yang berisi
daftar pustaka dan lampiran-lampiran.
Setelah
membaca lima artikel mengenai tata cara penulisan buku teks pelajaran, maka
dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam menulis buku teks pelajaran yang harus
diperhatikan ialah:
a. Persyaratan yang berkaitan dengan isi
- Memuat sekurang kurangnya materi minimal yang harus dikuasai peserta didik
- Relevan dengan tujuan dan sesuai dengan kemampuan yang akan dicapai
- Sesuai dengan ilmu pengetahuan yang bersangkutan
- Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
- Sesuai dengan jenjang dan sasararan
- Isi dan bahan mengacu pengembangan konsep, prinsip, teori
- Tidak mengandung muatan politis maupun hal yang berbau sara
b. Persyaratan
penyajian
- Uraian teratur sesuai dengan urutan setiap bab
- Ualing memperkuat dengan bahan lain dan kontekstual
- Menarik minat dan perhatian sasaran pembaca
- Menantang dan merangsang untuk dibaca dan dipelajari
- Mengacu pada aspek koginitif, afektif dan psikomotor
- Penyajian yang menggunakan bahasan ilmiah dan formal
c. Persyaratan yang berkaitan dengan bahasa
- Menggunakan bahasa Indonesia yang benar
- Menggunakan kalimat yang sesuai dengan kematangan dan perkembangan sasaran pembaca
- Menggunakan istilah, kosakata, indeks, symbol yang mempermudah pemahaman
- Menggunakan kata kata terjemahan yang dibakukan
d. Persyaratan yang berkaitan dengan Ilustrasi
- Relevan degan konsep, prinsip yang disajikan.
- Tidak mengunakan kesinambungan antar kalimat. Antar bagian dan antar paragraph.
- Merupakan bagian terpadu dari bahan ajar
- Jelas, baik dan merupakan hal-hal esensial yang membantu memperjelas materi
Dari hasil analisa artikel saya
dapat menyimpulkan bahwa buku terdiri
dari tiga bagian yang mencakup :
1. Bagian awal yang berisi :
- Halaman cover, bersisi tentang judul, pengarang, gambar sampul , nama departemen, tahun terbit.
- Halaman judul , berisi judul, pengarang/penulis, gambar sampul, tahun terbit, nama depertemen
- Daftar isi, yang membuat, judul bab, sub bab, dan nomor halaman
- Daftar lain seperti : daftar gambar, daftar table, daftar lampiran.
2. Bagian isi
Bagian
ini berisi bab-bab, dan setiap bab terdiri sub bab-sub bab dan pokok pokok
bahasan yang menjadi inti naskah buku dan memuat uraian penjelasan, proses
operasional atau langkah kerja dari setiap bab maupun sub bab. Dengan demikian
paragraf merupakan unit terkecil suatu pokok bahasan. Paragraf tersebut harus
saling mendukung dan merupakan suatu kesatuan yang koheren. Apabila diperlukan
penjelasan dan uaraian dari masing-masing bab dilengkapi dengan table, bagan,
gambar dan ilustrasi lain. pada baigian isi buku dikelompokkan menjadi beberapa
bab, dalam setiap bab disamping berisi informasi umumnya diakhiri dengan
rangkuman dan latihan soal.
3. Bagian akhir
Pada bagian akhir dari suatu buku
biasanya berisi antara lain :
- lampiran, bila lampiran lebih dari satu lembar harus diberi nomor urut.
- Glosarium (jika ada), kata/istilah yang berhubungan dengan uraian diktat sehingga memudahkan pemahaman pembanca
- Kepustakaan, ada beberapa cara menulkiskan kepustakaan, namum namum demi keseragaman dipilih satu dari sekian cara tersebut, sengan ketentuan sebagai berikut :
- Hendaknya digunakan buku acuan yang relevan dengan bahan kajian yang akan ditulis, tidak ketinggagalan perkembangan teknologi dan sesuai dengan disiplin ilmu.
- kepustakaan disusun dengan urutan abjad, urutannya sebagai berikut :
- Mulyasan,E, 2003, Kurikulum Berbasis Kompetensi, Pt Remaja Rosda Karya,Bandung
- Indeks : pencantuman indeks dimaksudkan sebagai petunjuk untuk mengetahui dengan mudah uraian suatu teori, atau fakta yang terdapat pada halaman tertentu, penulisan indeks dengan pengaturan sbb :
1) entri disusun menurut abjad dan tidak
bernomor urut
2) entri diawali dengan huruf kecil , kecuali
berupa nama
3) entri diikuti dengan tanda koma dan nomor
halaman tempat entri berada,
Contoh : alkohol, 12
formalin,
35
Ada beberapa hal yang harus
diperhatikan dan beberapa hal yang tidak boleh dilakukan dalam membuat buku teks pelajaran agar buku
tersebut dapat dimaksimalkan penggunaanya.
Hal-hal yang harus diperhatikan:
- Berilah jarak 3 spasi antara table atau gambar dengan teks sebelum dan sesudahnya
- Judul table atau gambar diketik pada halaman yang sama dengan table atau gambarnya, penyebutan menggunakan table atau gambar
- Tepi kanan teks tidak harus rata , oleh karena itu kata pada akhir baris tidak harus dipotong. Jika terpaksa dipotong tanda hubungnya ditulis setelah huruf akhir, tanpa disisipi spasi, bukan diletakkan dibawahnya
- Tempatkan nomor halaman di pojok kanan atas pada setiap halaman , kecuali pada halaman pertama setiap bab dan halaman bagian awal.
- Semua nama pengarang dalam daftar rujukan harus ditulis.
- Nama awal atau nama tengah dapat disingkat asalkan dilakuan secara konsisten
Hal hal yang tidak boleh
dilakukan :
- Tidak boleh ada bagian yang kosong pada akhir halaman kecuali jika halaman tersebut merupakan akhir bab
- Tidak boleh memotong table atau gambar
- Tidak boleh memberi garis vertikal antara kolom pada table kecuali terpaksa
- Tidak boleh memberi tanda apapun sebagai tanda berakhirnya suatu bab
- Tidak boleh menempatkan sub judul dan identitas table pada akhir halaman
- Rincian tidak boleh menggunakan tanda hubung (-) tetapi menggunakan bullet (*) untuk penulisan yang dilakukan dengan menggunakan komputer.
- Tidak boleh menambah spasi antarkata dalam suatu baris yang bertujuan meratakan tepi kana
8. Daftar
rujukan tidak boleh diletakkan di kaki halaman atau akhir setiap bab, daftar
rujukan hanya dapat ditempatkan setelah bab akhir
Sumber referensi






