Minggu, 28 September 2014

TATA CARA MENULIS BUKU TEKS

Buku dalam bahasa yunani di sebut “biblos”, dalam bahasa inggris di sebut “book”, dalam bahasa belanda di sebut “boek”, dan dalam bahasa jerman adalah “das Buch”. Kesemua kata tersebut pada hakikatnya memiliki arti yang sama dan dipergunakan untuk benda yang sama, yaitu kumpulan kertas yang dijilid. Namun dalam Ensiklopedia Indonesia di jelaskan bahwa buku dalam arti luas adalah semua tulisan dan gambar yang di tulis dan dilukis atas segala macam lembaran papyrus, lontar, perkamen, dan kertas dengan segala bentuknya: berupa gulungan, dilubangi, dan diikat atau dijilid muka dan belakangnya dengan kulit, kain, karton, dan kayu. Sedangkan menurut Andriese, dkk. (1993:  16-17) menjelaskan bahwa buku adalah “….informasi tercetak di atas kertas yang dijilid menjadi satu kesatuan”. Dan jika di bahas lebih dalam lagi buku dibedakan dan di kelompokkan berdasarkan isi, sasaran pembaca, tampilan dan peruntukkannya.

                Dalam paradigma masyarakat pengertian buku teks dan buku pelajaran itu adalah sama.Namun pada kenyataanya terdapat perdaan yang mencolok antara keduanya.Buku teks adalah buku yang memuat sumber informasi ilmiah yang dapat digunakan baik oleh masyarakat ilmiah.Sedangkan pengertian dari buku pelajaran adalah kelompok karya ilmiah yang disusun bukan berdasarkan hasil dari penelitian,melainkan dari materi pelajaran atau suatu mata kuliah tertentu yang sesuai dengan kebutuhan mata kuliah atau pelajaran tertentu.

            Berdasarkan Permendiknas Nomor 2 Tahun 2008 buku untuk pendidikan di bagi menjadi empat kelompok, yaitu : buku teks pelajaran, buku panduan guru, buku pengayaan, dan buku referensi.Sesuai dengan instruksi tersebut maka penyusunan buku teks haruslah sesuai dengan standar kependidikan nasional yang telah ditentukan.

            Bagian-bagian buku dibagi menjadi tiga bagian yaitu bagian pendahuluan yang berisi kata pengantar, daftar isi, penjelasan tujuan buku pelajaran, petunjuk penggunaan buku, petunjuk pengerjaan soal; lalu bagian isi yang berisi Judul bab atau topik isi bahasan, uraian singkat isi pokok bahasan, penjelasan tujuan bab, uraian isi pelajaran, penjelasan teori, sajian contoh, ringkasan isi buku, soal latihan dan kunci jawaban soal latihan; terakhir bagian penunjang yang berisi daftar pustaka dan lampiran-lampiran.

            Setelah membaca lima artikel mengenai tata cara penulisan buku teks pelajaran, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam menulis buku teks pelajaran yang harus diperhatikan ialah:

a. Persyaratan yang berkaitan dengan isi
  • Memuat sekurang kurangnya materi minimal yang harus dikuasai peserta didik
  • Relevan dengan tujuan dan sesuai dengan kemampuan yang akan dicapai
  • Sesuai dengan ilmu pengetahuan yang bersangkutan
  • Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
  • Sesuai dengan jenjang dan sasararan
  • Isi dan bahan mengacu pengembangan konsep, prinsip, teori
  • Tidak mengandung muatan politis maupun hal yang berbau sara


b. Persyaratan  penyajian
  • Uraian teratur sesuai dengan urutan setiap bab
  • Ualing memperkuat dengan bahan lain dan kontekstual
  • Menarik minat dan perhatian sasaran pembaca
  • Menantang dan merangsang untuk dibaca dan dipelajari
  • Mengacu pada aspek koginitif, afektif dan psikomotor
  • Penyajian yang menggunakan bahasan ilmiah dan formal

c. Persyaratan yang berkaitan dengan bahasa
  • Menggunakan bahasa Indonesia yang benar
  • Menggunakan kalimat yang sesuai dengan kematangan dan perkembangan  sasaran pembaca
  • Menggunakan istilah, kosakata, indeks, symbol yang mempermudah pemahaman
  • Menggunakan kata kata terjemahan yang dibakukan

d. Persyaratan yang berkaitan dengan Ilustrasi
  • Relevan degan konsep, prinsip yang disajikan.
  • Tidak mengunakan kesinambungan antar kalimat. Antar bagian dan antar paragraph.
  • Merupakan bagian terpadu dari bahan ajar
  • Jelas, baik dan merupakan hal-hal esensial yang membantu memperjelas materi

Dari hasil analisa artikel saya dapat menyimpulkan bahwa  buku terdiri dari tiga bagian yang mencakup :

1. Bagian awal yang berisi :
  • Halaman cover, bersisi tentang judul, pengarang, gambar sampul , nama departemen, tahun terbit.
  • Halaman judul , berisi judul, pengarang/penulis, gambar sampul,  tahun terbit, nama depertemen
  • Daftar isi, yang membuat, judul bab, sub bab, dan nomor halaman
  • Daftar lain seperti : daftar gambar, daftar table, daftar lampiran.

2. Bagian isi
                Bagian ini berisi bab-bab, dan setiap bab terdiri sub bab-sub bab dan pokok pokok bahasan yang menjadi inti naskah buku dan memuat uraian penjelasan, proses operasional atau langkah kerja dari setiap bab maupun sub bab. Dengan demikian paragraf merupakan unit terkecil suatu pokok bahasan. Paragraf tersebut harus saling mendukung dan merupakan suatu kesatuan yang koheren. Apabila diperlukan penjelasan dan uaraian dari masing-masing bab dilengkapi dengan table, bagan, gambar dan ilustrasi lain. pada baigian isi buku dikelompokkan menjadi beberapa bab, dalam setiap bab disamping berisi informasi umumnya diakhiri dengan rangkuman dan latihan soal.

3. Bagian akhir
Pada bagian akhir dari suatu buku biasanya berisi antara lain :
  •  lampiran, bila lampiran lebih dari satu lembar harus diberi nomor urut.
  • Glosarium (jika ada), kata/istilah yang berhubungan dengan uraian diktat sehingga memudahkan pemahaman pembanca
  • Kepustakaan, ada beberapa cara menulkiskan kepustakaan, namum namum demi keseragaman dipilih satu dari sekian cara tersebut, sengan ketentuan sebagai berikut :
  • Hendaknya digunakan buku acuan yang relevan dengan bahan kajian yang akan ditulis, tidak ketinggagalan perkembangan teknologi dan sesuai dengan disiplin ilmu.
  • kepustakaan disusun dengan urutan  abjad,  urutannya sebagai berikut : 
  • Mulyasan,E, 2003, Kurikulum Berbasis Kompetensi, Pt Remaja Rosda Karya,Bandung
  • Indeks : pencantuman  indeks dimaksudkan sebagai petunjuk untuk mengetahui dengan mudah uraian suatu teori, atau fakta yang terdapat pada halaman tertentu, penulisan indeks dengan pengaturan sbb :
                                1)     entri disusun menurut abjad dan tidak bernomor urut
                                2)     entri diawali dengan huruf kecil , kecuali berupa nama
                                3)     entri diikuti dengan tanda koma dan nomor halaman tempat entri berada,
                                                Contoh :  alkohol, 12
                                                                   formalin, 35
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan beberapa hal yang tidak boleh dilakukan dalam  membuat buku teks pelajaran agar buku tersebut dapat dimaksimalkan penggunaanya.
Hal-hal yang harus diperhatikan:
  • Berilah jarak 3 spasi antara  table atau gambar dengan teks sebelum dan sesudahnya
  • Judul table atau gambar diketik pada halaman yang sama dengan table atau gambarnya, penyebutan menggunakan table atau gambar
  • Tepi kanan teks tidak harus rata , oleh karena itu kata pada akhir baris tidak harus dipotong. Jika terpaksa dipotong tanda hubungnya ditulis setelah huruf akhir, tanpa disisipi spasi, bukan diletakkan dibawahnya
  • Tempatkan nomor halaman di pojok kanan atas pada setiap halaman , kecuali pada halaman pertama setiap bab dan halaman bagian awal.
  • Semua nama pengarang dalam daftar rujukan harus ditulis.
  • Nama awal atau nama tengah dapat disingkat asalkan dilakuan secara konsisten


Hal hal yang tidak boleh dilakukan :
  • Tidak boleh ada bagian yang kosong pada akhir halaman kecuali jika halaman tersebut merupakan akhir bab
  • Tidak boleh memotong table atau gambar
  • Tidak boleh memberi garis vertikal antara kolom pada table kecuali terpaksa
  • Tidak boleh memberi tanda apapun sebagai tanda berakhirnya suatu bab
  • Tidak boleh menempatkan sub judul dan identitas table pada akhir halaman
  • Rincian tidak boleh menggunakan tanda hubung (-) tetapi menggunakan bullet (*) untuk penulisan yang dilakukan dengan menggunakan komputer.
  • Tidak boleh menambah spasi antarkata dalam suatu baris yang bertujuan meratakan tepi kana

8.       Daftar rujukan tidak boleh diletakkan di kaki halaman atau akhir setiap bab, daftar rujukan hanya dapat ditempatkan setelah bab akhir


Sumber referensi

http://a-vrd.blogspot.com/2012/10/penulisan-buku-teks-pelajaran.html

Selasa, 08 April 2014

Forum Diskusi Online Melalui Facebook

Describe Your Opinion
A.   PENDAHULUAN
1.      LATAR BELAKANG
                Perkembangan zaman yang terus berkelanjutan memberi dampak pada segala aspek.Salah satunya ialah aspek dalam bidang pendidikan.Sumber belajar yang terus diperbaharui seiring dengan perkembangan IPTEK menjadi salah satu bukti nyata bahwa pendidikan merupakan suatu kesatuan yang dinamis.
                Facebook merupakan salah satu media sosial network yang sangat terkenal dalam 1 dekade ini, dengan menggunakan facebook, pengguna dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia. Sekarang ini sudah mulai terlihat bahwa facebook dapat dijadikan acuan sebagai metode dan media pembelajaran seperti yang digunakan pada mata kuliah Difusi Inovasi Pendidikan untuk mahasiswa semester 100 Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta.
                Oleh karena itu dalam artikel yang berjudul “Describe Your Opinion” ini, akan dibahas lebih lanjut untuk mengetahui tingkat keaktifan mahasiswa dalam berdiskusi online melalui facebook di semester 100 Jurusan Teknologi Pendidikan dalam mengikuti dan menjawab kuis-kuis di dalam forum group discussion IDP yang mengacu kepada hasil survei yang telah dilakukan beberapa waktu yang lalu.
2.      PERTANYAAN SURVEY
·         Berapakah jumlah mahasiswa yang menjawab serta berapa yang tidak menjawab?
·         Dari jumlah mahasiswa yang menjawab, berapa yang memilih “YES”, “NO”, dan “YES & NO”?
·         “Apakah Forum Group Discussion IDP ini termasuk inovasi dalam mata kuliah ini?”. Kalau Anda jawab “YES”, atau “NO” atau “YES & NO”, berikan alasan mengacu pada teori Rogers & Reigeluth.
3.      TUJUAN DAN MANFAAT
                Tujuan yang diharapkan kepada mahasiswa Teknologi Pendidikan selama mengikuti forum group diskusi online DIP ini yaitu:
  • Meningkatkan motivasi mahasiswa TP dalam mengungkapkan pendapat miliknya.
  • Menjadikan facebook sebagai media pembelajaran yang efektif
  • Mengetahui tingkat keaktifan mahasiswa TP dalam mengikuti forum group discussion IDP

Adapun manfaat yang dapat diperoleh responden dari forum diskusi online melalui facebook ini adalah
  • Mahasiswa semakin giat untuk mengemukakan pendapatnya terhadap pernyataan-pernyataan yang diberikan
  • Mahasiswa merasa ditantang pengetehauannya untuk berpendapat.
  • Memberikan kesempatan berpendapat bagi mahasiswa yang memiliki kekurangan dalam hal linguistik.

4.      RESPONDEN SURVEI
                Responden dari survey ini adalah seluruh mahasiswa TP non regular angkatan 2012 yang mengambil mata kuliah DIP pada semester 100
B.     HASIL SURVEI
                Adapun hasil survei per tanggal 23 Maret 2013 pukul 10:14 WIB terhadap keaktifan mahasiswa dalam forum group discussion IDP didapatkan hasil sebagai berikut :






Dari data yang telah saya buat diatas, dapat disimpulkan bahwa keaktifan Mahasiswa dan Mahasiswi yang menjawab pertanyaan-pertanyaan dosen sudah cukup bagus meskipun belum maaksimal. Ini terlihat dengan persentase keaktifan mahasiswa, sebanyak 87% Mahasiswa yang sudah aktif dalam mengikuti Forum Group Discussion DIP ini dan hanya 13% yang tidak aktif.
C.     PEMBAHASAN
                Berdasarkan hasil survey saya diatas, yang saya sajikan dalam bentuk table, diagram batang dan diagram lingkaran menghasilkan beberapa pendapat saya sebagai berikut :
                Dari total 54 Mahasiswa/I yang mengikuti mata kuliah DIP,  hanya 7 Mahasiswa/I yang tidak aktif (13%) dan 47 Mahasiswa/I (87%) sangat antusias dan turut berperan aktif dalam Forum Group Discussion IDP.Data itu saya ambil pada 30 Maret 2014 , Sampai Pukul 23.25 WIB. Mengapa masih ada beberapa mahasiswa yang belum mengunggah jawaban pada waktu yang telah ditentukan?
                Ada beberapa alasan yang b mahasiswa/i belum mempunyai akses penuh internet 24 jam atau modem. Mereka harus ke warnet-warnet untuk mengikuti Forum Group Discussion DIP ini. Permasalahan lain yang dihadapi mahasiswa adalah meskipun mereka online 24 jam bukan berarti mereka juga akan mengakses facebook setiap saat.Sangat disayangkan apabila mereka terlambat dalam mengunggah jawaban ke dalam forum.Mungkin motivasi mahasiswa dalam belajar yang menghambat proses diskusi bagi 7 mahasiswa tersebut.
                Menurut saya agar diskusi melalui facebook ini berjalan lancar ada baiknya jika diberikan jadwal diskusi yang tetap agar semua mahasiswa dapat berpartisipasi secara maksimal tanpa adanya alasan yang lain lagi.
 D.      KESIMPULAN

                Facebook mempunyai potensi besar untuk dijadikan sebagai media belajar yang baru.Hal itu dikarenakan fitur yang memeberi kemudahan kepada para penggunanya.Namun sangat disayangkan apabila motivasi belajar yang dimiliki peserta didik atau mahasiswa masih sangat rendah.Melalui forum diskusi online melalui facebook ini mereka dapat bertukar pendapat satu sama lain tanpa harus bertatap muka secara langsung,sehingga proses diskusi pun bisa bertahan lama dan efektif.
E.      DAFTAR PUSTAKA
Dewi, Salma P. 2012.
 Wawasan Teknologi Pendidikan First Edition. Jakarta: Kencana
Roger, Everett M. 1995. Diffusion of Innovations Four Edition.New York: The Free Press