Kamis, 29 Oktober 2015

Interpretasi UTS Metodologi Penelitian 2015

Nama   : Aditya Pratama
Nim     : 1215125434
Tugas Interpretasi Hasil Evaluasi UTS Metlit




Interpretasi :
  • Sebagian besar mahasiswa menjawab sudah dijelaskan dan dibahas dalam kelompok.
  • Sebagian kecil mahasiswa menjawab sudah dibahas tapi tidak mendalam.
  • Tidak ada mahasiswa yang menjawab bahan yang ditanyakan belum pernah dibahas.
  • Tidak ada mahasiswa yang menjawab bahan yang ditanyakan sudah didiskusikan dalam kelompok.
Kumpulan data tersebut menjelaskan bahwa sebagian besar mahasiswa telah mendapatkan penjelasan yang cukup mendalam hingga mencapai diskusi kelompok mengenai penjelasan yang didapat dari dosen. Mulai dari sini sesungguhnya sudah menjadi tanggung jawab dari mahasiswa untuk memahami seluruh penjelasan dari dosen. Pemaparan materi yang dilakukan dosen sudah sangat jelas dan mendalam menurut sebagian besar mahasiswa, namun tidak untuk sebagian kecil mahasiswa yang berpendapat bahwa penjelasan dari dosen masih kurang mendalam.

Sebagian besar mahasiswa berpendapat bahwa penjelasan yang didapat sudah dijelaskan dan dibahas dalam kelompok. Dari kuantitas pemilih menunjukkan bahwa ini merupakan fakta yang terjadi. Pilihan selanjutnya adalah sudah didiskusikan dalam kelompok. Dalam praktek pembelejaran di kelas metode diskusi memang merupakan metode yang menyenangkan. Akan tetapi metode ini tidak bisa diterapkan secara terus menerus. Metode diskusi memiliki kelemahan yaitu 

  • Tidak dapat dipakai pada kelompok yang besar.
  • Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas.
  • Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara; 
  • Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal (Syaful Bahri Djamarah, 2000)
Dari Pemaparan teori tersebut mungkin telah menjadi pertimbagngan dosen pengampu untuk tidak hanya melakukan diskusi selama proses belajar di kelas. Pemaparan yang dilakukan oleh dosen pengampu sendiri pun perlu dilakukan untuk menunjang pemahaman materi. Sehingga mahasiswa cenderung memilih pilihan sudah dijelaskan dan dibahas dalam kelompok.

Jika dibandingkan dengan pilihan sudah dijelaskan dan dibahas dalam kelompok yang memiliki jumlah pemilih yang banyak, maka pilihan sudah dibahas namun tidak mendalam memiliki jumlah yang sedikit. Bagaikan langit dan bumi perbedaan pemilihnya begitu pun dengan fakta yang terkandung diantara dua pilihan tersebut.

Sebagian kecil mahasiswa memilih pilihan sudah dibahas namun tidak mendalam dinilai tidak serius dalam mengikuti perkuliahan. Banyak faktor yang memicu ketidakseriusan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan. Faktor ketidakseriusan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan bisa diukur dari kurangnya motivasi mahasiswa.

Pengertian motivasi yang lebih lengkap menurut Sudarwan Danim (2004 : 2) motivasi diartikan sebagai kekuatan, dorongan, kebutuhan, semangat, tekanan, atau mekanisme psikologis yang mendorong seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai prestasi tertentu sesuai dengan apa yang dikehendakinya. Motivasi paling tidak memuat tiga unsur esensial, yakni :

1.    faktor pendorong atau pembangkit motif, baik internal maupun eksternal,
2.    tujuan yang ingin dicapai,
3.   strategi yang diperlukan oleh individu atau kelompok untuk mencapai tujuan tersebut.

Rata-rata mahasiswa sudah memiliki motivasi yang tinggi untuk mengikuti perkuliahan, akan tetapi diperlukan sedikit dorongan kepada sebagian kecil mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan dengan serius.

Sedikit saran untuk waktu yang akan datang, pemberian motivasi belajar dan metode belajar yang variatif dinilai perlu ditindaklanjuti mengingat matakuliah ini merupakan prasyarat skripsi. Maka akan sangat diayangkan jika ada mahasiswa yang tidak lulus dikarenakan kurangnya motivasi belajar.

Daftar Pustaka
Trianto. 2010. Mengembangkan Model Pembelajaran Tematik. Jakarta: PT. Prestasi Pustakaraya
Slameto. 2010 Belajar & Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Kamis, 09 April 2015

Meta analisis merupakan suatu pendekatan statistik ke arah studi agregasi pada penelitian independen. Leviton mendefinisikan meta analisis sebagai suatu metode sistematis yang menggunakan analisis statistik dengan menggabungkan data dari penelitian independen untuk mendapatkan estimasi numerik dari efek keseluruhan dari suatu prosedur tertentu atau variabel pada hasil yang ditetapkan. Dalam kasus ini “Meta” mengacu pada analisis sekunder temuan, karena data berasal dari penelitian sebelumnya yang dipublikasikan. Perlu dicatat bahwa meta analisis bukanlah metode tunggal, tetapi sebuah pendekatan untuk merangkum temuan.

Berikut beberapa pengertian Meta Analysis yang dikemukakan oleh ahli:
1. Glass(1981)
Meta analisis merupakan analisis kuantitatif dan menggunakan sejumlah data yang cukup banyak serta menerapkan metode statistik dengan mempraktekkannya dalam mengorganisasikan sejumlah informasi yang berasal dari sampel besar yang fungsinya untuk melengkapi maksud-maksud lainnya.  Dengan kata lain, meta analisis adalah suatu bentuk penelitian kuantitatif yang menggunakan angka-angka dan metode  statistik dari beberapa hasil penelitian untuk mengorganisasikan dan menggali informasi sebanyak mungkin dari data yang diperoleh, sehingga mendekati kekomprehensifan dengan maksud-maksud lainnya.Salah satu syarat yang diperlukan dalam melakukan meta analisis adalah pengkajian terhadap hasil-hasil penelitian yang sejenis.

2. Borg (1983)
Menurut Borg meta analisis merupakan teknik pengembangan paling baru untuk menolong peneliti menemukan kekonsistenan atau ketidakkonsistenan dalam pengkajian hasil silang dari hasil penelitian.

3. Sutjipto (1995)
meta-analisis adalah salah satu upaya untuk merangkum berbagai hasil penelitian secara kuantitatif. Dengan kata lain,  meta-analisis sebagai suatu teknik ditujukan untuk menganalisis kembali hasil-hasil penelitian yang diolah secara statistik berdasarkan pengumpulan data primer. Hal ini dilakukan untuk mengkaji keajegan atau ketidakjegan hasil penelitian yang disebabkan semakin banyaknya replikasi atau verifikasi penelitian,yang sering kali justru memperbesar terjadinya variasi hasil penelitian.
Dari pendapat beberapa ahli yang telah dikemukakan di atas dapat kita simpulkan bahwa meta analisis adalah suatu analisis integratif sekunder dengan menerapkan prosedur statistik terhadap hasil-hasil pengujian hipotesis penelitian.

TUJUAN PENELITIAN META ANALISIS

Tujuan meta-analisis pada umumnya tidak berbeda dengan jenis penelitian klinis lainnya, yaitu:
Untuk memperoleh estimasi effect size, yaitu kekuatan hubungan ataupun besarnya perbedaan antar-variabel.
Melakukan inferensi dari data dalam sampel ke populasi, baik dengan uji hipotesis ( nilai p) maupun estimasi (interval kepercayaan).
Melakukan kontrol terhadap variabel yang potensial bersifat sebagai perancu (confounding) agar tidak mengganggu kemaknaan statistik dari hubungan atau perbedaan.

JENIS-JENIS PENELITIAN META ANALISIS

1. Penelitian Eksperimental
Penelitian eksperimental adalah metode ilmiah yang paling meyakinkan. Karena peneliti sebenarnya memberikan perlakuan yang berbeda dan kemudian studi efek mereka, hasil dari penelitian jenis ini cenderung mengarah pada menerima atau menolak interpretasi secara jelas.

2. Penelitian Korelasional
Jenis penelitian ini dapat membantu kita membuat prediksi lebih cerdas. Singkatnya, penelitian korelasional bertujuan untuk menyelidiki sejauh mana variabel yang satu atau lebih ada hubungan dari beberapa tipe. Pendekatan ini memerlukan manipulasi tidak ada pada bagian peneliti selain melayani iklan-instrumen (s) yang diperlukan untuk mengumpulkan data yang diinginkan.

3. Penelitian Penyebab-Perbandingan
Tipe lain dari penelitian ini dimaksudkan untuk menentukan penyebab atau konsekuensi dari perbedaan antara kelompok-kelompok orang, ini disebut kembali pencarian kausal-komparatif. Namun demikian, meskipun masalah penafsiran, studi kausal-komparatif adalah nilai dalam mengidentifikasi kemungkinan penyebab variasi yang diamati dalam pola perilaku siswa. Dalam hal ini, mereka sangat mirip dengan studi korelasional.

4. Penelitian Survei
Tipe lain dari menentukan data penelitian untuk memperoleh karakteristik yang spesifik sebuah kelompok. Ini disebut survei pencarian ulang. Ini macam pertanyaan terbaik dapat dijawab melalui berbagai teknik survei yang mengukur sikap berbagai faktor terhadap kebijakan pemerintahan. Sebuah survei deskriptif melibatkan pasangan pertanyaan yang sama menanyakan (sering disiapkan dalam bentuk pertanyaan tertulis kuesioner atau tes kemampuan) dari sejumlah besar individu seluruh siswa melalui pos, melalui telepon, atau secara pribadi. Ketika sebuah jawaban untuk satu set pertanyaan diminta secara pribadi, penelitian ini disebut wawancara. Kemudian tanggapan dicatat dan dilaporkan, biasanya dalam bentuk frekuensi atau persentase dari mereka yang menjawab dengan cara tertentu untuk setiap pertanyaan.

5. Penelitian Etnografi
Penekanan dalam jenis penelitian adalah mendokumentasikan atau menggambarkan pengalaman sehari-hari individu dengan mengamati dan wawancara mereka dan orang lain yang relevan. Sebuah ruang kelas SD, misalnya, mungkin dapat diamati pada kebiasan sebagai dasar, para siswa dan guru dilibatkan mungkin diwawancarai dalam upaya untuk menjelaskan, sepenuhnya dan sebanyak mungkin, apa yang terjadi di kelas.


6. Penelitian Sejarah
Anda mungkin sudah akrab dengan sejarah-pencarian kembali. Dalam hal ini jenis penelitian, beberapa aspek masa lalu dipelajari, baik oleh meneliti dokumen periode atau oleh individu wawancara yang hidup selama ini. Peneliti kemudian mencoba untuk merekonstruksi sebagai ketepatan mungkin apa yang selama waktu itu dan untuk menjelaskan mengapa hal itu terjadi. Masalah utama dalam penelitian sejarah adalah memastikan bahwa dokumen atau individu benar-benar datang dari (atau hidup selama) periode yang diteliti, dan sekali ini tidak dapat dipungkiri, bahwa memastikan apakah dokumen atau perkataan individu itu benar.

7. Penelitian Tindakan
Penelitian Tindakan berbeda dari semua metodologi sebelumnya dengan dua cara mendasar. Yang pertama adalah bahwa generalisasi untuk orang lain, pengaturan, atau situasi adalah minimal penting. Mencari generalisasi yang kuat, penelitian tindakan (sering guru atau profesional pendidikan lainnya, lebih baik daripada peneliti profesional) fokus pada mendapatkan informasi yang akan mampu untuk merubah kondisi mereka dalam situasi tertentu yang mereka secara pribadi terlibat.

METODE PENELITIAN META ANALISIS
       Hunter, J.E., & Schmidt, F.L. (1990) mengemukakan langkah-langkah / metode analisis korelasi meta-analisis dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

Transformasi harga F ke dalam t, d, dan r
Bare Bone Meta Analysis:

1. Koreksi Kesalahan sampel Menghitung mean korelasi populasi
2. Menghitung varians rxy
3. Menghitung varians kesalahan pengambilan sampel
4. Dampak pengambilan sampel

Artefak yang lain: Koreksi Kesalahan Pengukuran

1. Menghitung mean gabungan
2. Menghitung korelasi populasi yang dikoreksi oleh kesalahan pengukuran
3. Interval kepercayaan
4. Dampak variasi reliabilitas

           Kini meta-analysis mulai berkembang, terutama setelah dikenalkan oleh Glass tahun 1976 (Analysis of Moderator Effects). Berikut ini adalah Metode umum dalam Detecting/Assessing Moderator Effects :

Graphing – OLS regression
Q Stastistics (chi-square test) – WLS regression
Variance analysis – Partition test
Outlier test

Mediator Assessment Methods, Merupakan teknik yang penting dalam metode meta-analysis yang berfungsi untuk meng-address hubungan struktural, menganalisa apakah korelasi matriks dari populasi umum mendasari sebuah himpunan dari hasil empiris yang didapatkan. Ada dua alternatif pendekatan untuk mempelajari mediator effect, yaitu:

1. Mengkombinasi dan menganalisa korelasi pengembangan meta-analysis
2. Studi koefisien secara langsung dari kepentingan sebagai effect size.

Jadi secara keseluruhan penelitian meta analasis adalah penelitian yang sistematis dengan menggunakan serangkaian data analisis statistik dan serangkaian data penelitian lainnya yang digabungkan untuk dijadikan objek penelitian yang selanjutnya

Minggu, 28 September 2014

TATA CARA MENULIS BUKU TEKS

Buku dalam bahasa yunani di sebut “biblos”, dalam bahasa inggris di sebut “book”, dalam bahasa belanda di sebut “boek”, dan dalam bahasa jerman adalah “das Buch”. Kesemua kata tersebut pada hakikatnya memiliki arti yang sama dan dipergunakan untuk benda yang sama, yaitu kumpulan kertas yang dijilid. Namun dalam Ensiklopedia Indonesia di jelaskan bahwa buku dalam arti luas adalah semua tulisan dan gambar yang di tulis dan dilukis atas segala macam lembaran papyrus, lontar, perkamen, dan kertas dengan segala bentuknya: berupa gulungan, dilubangi, dan diikat atau dijilid muka dan belakangnya dengan kulit, kain, karton, dan kayu. Sedangkan menurut Andriese, dkk. (1993:  16-17) menjelaskan bahwa buku adalah “….informasi tercetak di atas kertas yang dijilid menjadi satu kesatuan”. Dan jika di bahas lebih dalam lagi buku dibedakan dan di kelompokkan berdasarkan isi, sasaran pembaca, tampilan dan peruntukkannya.

                Dalam paradigma masyarakat pengertian buku teks dan buku pelajaran itu adalah sama.Namun pada kenyataanya terdapat perdaan yang mencolok antara keduanya.Buku teks adalah buku yang memuat sumber informasi ilmiah yang dapat digunakan baik oleh masyarakat ilmiah.Sedangkan pengertian dari buku pelajaran adalah kelompok karya ilmiah yang disusun bukan berdasarkan hasil dari penelitian,melainkan dari materi pelajaran atau suatu mata kuliah tertentu yang sesuai dengan kebutuhan mata kuliah atau pelajaran tertentu.

            Berdasarkan Permendiknas Nomor 2 Tahun 2008 buku untuk pendidikan di bagi menjadi empat kelompok, yaitu : buku teks pelajaran, buku panduan guru, buku pengayaan, dan buku referensi.Sesuai dengan instruksi tersebut maka penyusunan buku teks haruslah sesuai dengan standar kependidikan nasional yang telah ditentukan.

            Bagian-bagian buku dibagi menjadi tiga bagian yaitu bagian pendahuluan yang berisi kata pengantar, daftar isi, penjelasan tujuan buku pelajaran, petunjuk penggunaan buku, petunjuk pengerjaan soal; lalu bagian isi yang berisi Judul bab atau topik isi bahasan, uraian singkat isi pokok bahasan, penjelasan tujuan bab, uraian isi pelajaran, penjelasan teori, sajian contoh, ringkasan isi buku, soal latihan dan kunci jawaban soal latihan; terakhir bagian penunjang yang berisi daftar pustaka dan lampiran-lampiran.

            Setelah membaca lima artikel mengenai tata cara penulisan buku teks pelajaran, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam menulis buku teks pelajaran yang harus diperhatikan ialah:

a. Persyaratan yang berkaitan dengan isi
  • Memuat sekurang kurangnya materi minimal yang harus dikuasai peserta didik
  • Relevan dengan tujuan dan sesuai dengan kemampuan yang akan dicapai
  • Sesuai dengan ilmu pengetahuan yang bersangkutan
  • Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
  • Sesuai dengan jenjang dan sasararan
  • Isi dan bahan mengacu pengembangan konsep, prinsip, teori
  • Tidak mengandung muatan politis maupun hal yang berbau sara


b. Persyaratan  penyajian
  • Uraian teratur sesuai dengan urutan setiap bab
  • Ualing memperkuat dengan bahan lain dan kontekstual
  • Menarik minat dan perhatian sasaran pembaca
  • Menantang dan merangsang untuk dibaca dan dipelajari
  • Mengacu pada aspek koginitif, afektif dan psikomotor
  • Penyajian yang menggunakan bahasan ilmiah dan formal

c. Persyaratan yang berkaitan dengan bahasa
  • Menggunakan bahasa Indonesia yang benar
  • Menggunakan kalimat yang sesuai dengan kematangan dan perkembangan  sasaran pembaca
  • Menggunakan istilah, kosakata, indeks, symbol yang mempermudah pemahaman
  • Menggunakan kata kata terjemahan yang dibakukan

d. Persyaratan yang berkaitan dengan Ilustrasi
  • Relevan degan konsep, prinsip yang disajikan.
  • Tidak mengunakan kesinambungan antar kalimat. Antar bagian dan antar paragraph.
  • Merupakan bagian terpadu dari bahan ajar
  • Jelas, baik dan merupakan hal-hal esensial yang membantu memperjelas materi

Dari hasil analisa artikel saya dapat menyimpulkan bahwa  buku terdiri dari tiga bagian yang mencakup :

1. Bagian awal yang berisi :
  • Halaman cover, bersisi tentang judul, pengarang, gambar sampul , nama departemen, tahun terbit.
  • Halaman judul , berisi judul, pengarang/penulis, gambar sampul,  tahun terbit, nama depertemen
  • Daftar isi, yang membuat, judul bab, sub bab, dan nomor halaman
  • Daftar lain seperti : daftar gambar, daftar table, daftar lampiran.

2. Bagian isi
                Bagian ini berisi bab-bab, dan setiap bab terdiri sub bab-sub bab dan pokok pokok bahasan yang menjadi inti naskah buku dan memuat uraian penjelasan, proses operasional atau langkah kerja dari setiap bab maupun sub bab. Dengan demikian paragraf merupakan unit terkecil suatu pokok bahasan. Paragraf tersebut harus saling mendukung dan merupakan suatu kesatuan yang koheren. Apabila diperlukan penjelasan dan uaraian dari masing-masing bab dilengkapi dengan table, bagan, gambar dan ilustrasi lain. pada baigian isi buku dikelompokkan menjadi beberapa bab, dalam setiap bab disamping berisi informasi umumnya diakhiri dengan rangkuman dan latihan soal.

3. Bagian akhir
Pada bagian akhir dari suatu buku biasanya berisi antara lain :
  •  lampiran, bila lampiran lebih dari satu lembar harus diberi nomor urut.
  • Glosarium (jika ada), kata/istilah yang berhubungan dengan uraian diktat sehingga memudahkan pemahaman pembanca
  • Kepustakaan, ada beberapa cara menulkiskan kepustakaan, namum namum demi keseragaman dipilih satu dari sekian cara tersebut, sengan ketentuan sebagai berikut :
  • Hendaknya digunakan buku acuan yang relevan dengan bahan kajian yang akan ditulis, tidak ketinggagalan perkembangan teknologi dan sesuai dengan disiplin ilmu.
  • kepustakaan disusun dengan urutan  abjad,  urutannya sebagai berikut : 
  • Mulyasan,E, 2003, Kurikulum Berbasis Kompetensi, Pt Remaja Rosda Karya,Bandung
  • Indeks : pencantuman  indeks dimaksudkan sebagai petunjuk untuk mengetahui dengan mudah uraian suatu teori, atau fakta yang terdapat pada halaman tertentu, penulisan indeks dengan pengaturan sbb :
                                1)     entri disusun menurut abjad dan tidak bernomor urut
                                2)     entri diawali dengan huruf kecil , kecuali berupa nama
                                3)     entri diikuti dengan tanda koma dan nomor halaman tempat entri berada,
                                                Contoh :  alkohol, 12
                                                                   formalin, 35
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan beberapa hal yang tidak boleh dilakukan dalam  membuat buku teks pelajaran agar buku tersebut dapat dimaksimalkan penggunaanya.
Hal-hal yang harus diperhatikan:
  • Berilah jarak 3 spasi antara  table atau gambar dengan teks sebelum dan sesudahnya
  • Judul table atau gambar diketik pada halaman yang sama dengan table atau gambarnya, penyebutan menggunakan table atau gambar
  • Tepi kanan teks tidak harus rata , oleh karena itu kata pada akhir baris tidak harus dipotong. Jika terpaksa dipotong tanda hubungnya ditulis setelah huruf akhir, tanpa disisipi spasi, bukan diletakkan dibawahnya
  • Tempatkan nomor halaman di pojok kanan atas pada setiap halaman , kecuali pada halaman pertama setiap bab dan halaman bagian awal.
  • Semua nama pengarang dalam daftar rujukan harus ditulis.
  • Nama awal atau nama tengah dapat disingkat asalkan dilakuan secara konsisten


Hal hal yang tidak boleh dilakukan :
  • Tidak boleh ada bagian yang kosong pada akhir halaman kecuali jika halaman tersebut merupakan akhir bab
  • Tidak boleh memotong table atau gambar
  • Tidak boleh memberi garis vertikal antara kolom pada table kecuali terpaksa
  • Tidak boleh memberi tanda apapun sebagai tanda berakhirnya suatu bab
  • Tidak boleh menempatkan sub judul dan identitas table pada akhir halaman
  • Rincian tidak boleh menggunakan tanda hubung (-) tetapi menggunakan bullet (*) untuk penulisan yang dilakukan dengan menggunakan komputer.
  • Tidak boleh menambah spasi antarkata dalam suatu baris yang bertujuan meratakan tepi kana

8.       Daftar rujukan tidak boleh diletakkan di kaki halaman atau akhir setiap bab, daftar rujukan hanya dapat ditempatkan setelah bab akhir


Sumber referensi

http://a-vrd.blogspot.com/2012/10/penulisan-buku-teks-pelajaran.html

Selasa, 08 April 2014

Forum Diskusi Online Melalui Facebook

Describe Your Opinion
A.   PENDAHULUAN
1.      LATAR BELAKANG
                Perkembangan zaman yang terus berkelanjutan memberi dampak pada segala aspek.Salah satunya ialah aspek dalam bidang pendidikan.Sumber belajar yang terus diperbaharui seiring dengan perkembangan IPTEK menjadi salah satu bukti nyata bahwa pendidikan merupakan suatu kesatuan yang dinamis.
                Facebook merupakan salah satu media sosial network yang sangat terkenal dalam 1 dekade ini, dengan menggunakan facebook, pengguna dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia. Sekarang ini sudah mulai terlihat bahwa facebook dapat dijadikan acuan sebagai metode dan media pembelajaran seperti yang digunakan pada mata kuliah Difusi Inovasi Pendidikan untuk mahasiswa semester 100 Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta.
                Oleh karena itu dalam artikel yang berjudul “Describe Your Opinion” ini, akan dibahas lebih lanjut untuk mengetahui tingkat keaktifan mahasiswa dalam berdiskusi online melalui facebook di semester 100 Jurusan Teknologi Pendidikan dalam mengikuti dan menjawab kuis-kuis di dalam forum group discussion IDP yang mengacu kepada hasil survei yang telah dilakukan beberapa waktu yang lalu.
2.      PERTANYAAN SURVEY
·         Berapakah jumlah mahasiswa yang menjawab serta berapa yang tidak menjawab?
·         Dari jumlah mahasiswa yang menjawab, berapa yang memilih “YES”, “NO”, dan “YES & NO”?
·         “Apakah Forum Group Discussion IDP ini termasuk inovasi dalam mata kuliah ini?”. Kalau Anda jawab “YES”, atau “NO” atau “YES & NO”, berikan alasan mengacu pada teori Rogers & Reigeluth.
3.      TUJUAN DAN MANFAAT
                Tujuan yang diharapkan kepada mahasiswa Teknologi Pendidikan selama mengikuti forum group diskusi online DIP ini yaitu:
  • Meningkatkan motivasi mahasiswa TP dalam mengungkapkan pendapat miliknya.
  • Menjadikan facebook sebagai media pembelajaran yang efektif
  • Mengetahui tingkat keaktifan mahasiswa TP dalam mengikuti forum group discussion IDP

Adapun manfaat yang dapat diperoleh responden dari forum diskusi online melalui facebook ini adalah
  • Mahasiswa semakin giat untuk mengemukakan pendapatnya terhadap pernyataan-pernyataan yang diberikan
  • Mahasiswa merasa ditantang pengetehauannya untuk berpendapat.
  • Memberikan kesempatan berpendapat bagi mahasiswa yang memiliki kekurangan dalam hal linguistik.

4.      RESPONDEN SURVEI
                Responden dari survey ini adalah seluruh mahasiswa TP non regular angkatan 2012 yang mengambil mata kuliah DIP pada semester 100
B.     HASIL SURVEI
                Adapun hasil survei per tanggal 23 Maret 2013 pukul 10:14 WIB terhadap keaktifan mahasiswa dalam forum group discussion IDP didapatkan hasil sebagai berikut :






Dari data yang telah saya buat diatas, dapat disimpulkan bahwa keaktifan Mahasiswa dan Mahasiswi yang menjawab pertanyaan-pertanyaan dosen sudah cukup bagus meskipun belum maaksimal. Ini terlihat dengan persentase keaktifan mahasiswa, sebanyak 87% Mahasiswa yang sudah aktif dalam mengikuti Forum Group Discussion DIP ini dan hanya 13% yang tidak aktif.
C.     PEMBAHASAN
                Berdasarkan hasil survey saya diatas, yang saya sajikan dalam bentuk table, diagram batang dan diagram lingkaran menghasilkan beberapa pendapat saya sebagai berikut :
                Dari total 54 Mahasiswa/I yang mengikuti mata kuliah DIP,  hanya 7 Mahasiswa/I yang tidak aktif (13%) dan 47 Mahasiswa/I (87%) sangat antusias dan turut berperan aktif dalam Forum Group Discussion IDP.Data itu saya ambil pada 30 Maret 2014 , Sampai Pukul 23.25 WIB. Mengapa masih ada beberapa mahasiswa yang belum mengunggah jawaban pada waktu yang telah ditentukan?
                Ada beberapa alasan yang b mahasiswa/i belum mempunyai akses penuh internet 24 jam atau modem. Mereka harus ke warnet-warnet untuk mengikuti Forum Group Discussion DIP ini. Permasalahan lain yang dihadapi mahasiswa adalah meskipun mereka online 24 jam bukan berarti mereka juga akan mengakses facebook setiap saat.Sangat disayangkan apabila mereka terlambat dalam mengunggah jawaban ke dalam forum.Mungkin motivasi mahasiswa dalam belajar yang menghambat proses diskusi bagi 7 mahasiswa tersebut.
                Menurut saya agar diskusi melalui facebook ini berjalan lancar ada baiknya jika diberikan jadwal diskusi yang tetap agar semua mahasiswa dapat berpartisipasi secara maksimal tanpa adanya alasan yang lain lagi.
 D.      KESIMPULAN

                Facebook mempunyai potensi besar untuk dijadikan sebagai media belajar yang baru.Hal itu dikarenakan fitur yang memeberi kemudahan kepada para penggunanya.Namun sangat disayangkan apabila motivasi belajar yang dimiliki peserta didik atau mahasiswa masih sangat rendah.Melalui forum diskusi online melalui facebook ini mereka dapat bertukar pendapat satu sama lain tanpa harus bertatap muka secara langsung,sehingga proses diskusi pun bisa bertahan lama dan efektif.
E.      DAFTAR PUSTAKA
Dewi, Salma P. 2012.
 Wawasan Teknologi Pendidikan First Edition. Jakarta: Kencana
Roger, Everett M. 1995. Diffusion of Innovations Four Edition.New York: The Free Press