Kamis, 29 Oktober 2015

Interpretasi UTS Metodologi Penelitian 2015

Nama   : Aditya Pratama
Nim     : 1215125434
Tugas Interpretasi Hasil Evaluasi UTS Metlit




Interpretasi :
  • Sebagian besar mahasiswa menjawab sudah dijelaskan dan dibahas dalam kelompok.
  • Sebagian kecil mahasiswa menjawab sudah dibahas tapi tidak mendalam.
  • Tidak ada mahasiswa yang menjawab bahan yang ditanyakan belum pernah dibahas.
  • Tidak ada mahasiswa yang menjawab bahan yang ditanyakan sudah didiskusikan dalam kelompok.
Kumpulan data tersebut menjelaskan bahwa sebagian besar mahasiswa telah mendapatkan penjelasan yang cukup mendalam hingga mencapai diskusi kelompok mengenai penjelasan yang didapat dari dosen. Mulai dari sini sesungguhnya sudah menjadi tanggung jawab dari mahasiswa untuk memahami seluruh penjelasan dari dosen. Pemaparan materi yang dilakukan dosen sudah sangat jelas dan mendalam menurut sebagian besar mahasiswa, namun tidak untuk sebagian kecil mahasiswa yang berpendapat bahwa penjelasan dari dosen masih kurang mendalam.

Sebagian besar mahasiswa berpendapat bahwa penjelasan yang didapat sudah dijelaskan dan dibahas dalam kelompok. Dari kuantitas pemilih menunjukkan bahwa ini merupakan fakta yang terjadi. Pilihan selanjutnya adalah sudah didiskusikan dalam kelompok. Dalam praktek pembelejaran di kelas metode diskusi memang merupakan metode yang menyenangkan. Akan tetapi metode ini tidak bisa diterapkan secara terus menerus. Metode diskusi memiliki kelemahan yaitu 

  • Tidak dapat dipakai pada kelompok yang besar.
  • Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas.
  • Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara; 
  • Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal (Syaful Bahri Djamarah, 2000)
Dari Pemaparan teori tersebut mungkin telah menjadi pertimbagngan dosen pengampu untuk tidak hanya melakukan diskusi selama proses belajar di kelas. Pemaparan yang dilakukan oleh dosen pengampu sendiri pun perlu dilakukan untuk menunjang pemahaman materi. Sehingga mahasiswa cenderung memilih pilihan sudah dijelaskan dan dibahas dalam kelompok.

Jika dibandingkan dengan pilihan sudah dijelaskan dan dibahas dalam kelompok yang memiliki jumlah pemilih yang banyak, maka pilihan sudah dibahas namun tidak mendalam memiliki jumlah yang sedikit. Bagaikan langit dan bumi perbedaan pemilihnya begitu pun dengan fakta yang terkandung diantara dua pilihan tersebut.

Sebagian kecil mahasiswa memilih pilihan sudah dibahas namun tidak mendalam dinilai tidak serius dalam mengikuti perkuliahan. Banyak faktor yang memicu ketidakseriusan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan. Faktor ketidakseriusan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan bisa diukur dari kurangnya motivasi mahasiswa.

Pengertian motivasi yang lebih lengkap menurut Sudarwan Danim (2004 : 2) motivasi diartikan sebagai kekuatan, dorongan, kebutuhan, semangat, tekanan, atau mekanisme psikologis yang mendorong seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai prestasi tertentu sesuai dengan apa yang dikehendakinya. Motivasi paling tidak memuat tiga unsur esensial, yakni :

1.    faktor pendorong atau pembangkit motif, baik internal maupun eksternal,
2.    tujuan yang ingin dicapai,
3.   strategi yang diperlukan oleh individu atau kelompok untuk mencapai tujuan tersebut.

Rata-rata mahasiswa sudah memiliki motivasi yang tinggi untuk mengikuti perkuliahan, akan tetapi diperlukan sedikit dorongan kepada sebagian kecil mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan dengan serius.

Sedikit saran untuk waktu yang akan datang, pemberian motivasi belajar dan metode belajar yang variatif dinilai perlu ditindaklanjuti mengingat matakuliah ini merupakan prasyarat skripsi. Maka akan sangat diayangkan jika ada mahasiswa yang tidak lulus dikarenakan kurangnya motivasi belajar.

Daftar Pustaka
Trianto. 2010. Mengembangkan Model Pembelajaran Tematik. Jakarta: PT. Prestasi Pustakaraya
Slameto. 2010 Belajar & Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar